Kamis, 24 Januari 2013

CCNA 1 chapter 1



Jaringan
Komputer yang saling berhubungan dan dapat berkomunikasi dengan menggunakan
protokol tertentu dan memakai alat misalnya Network Internet Card (NIC), modem, dll.
Contohnya yaitu internet.
Tipe koneksi internet ada 3 :

  1. Pyhsical : Dengan modem atau NIC 
  2. Logical : Protokol, misalnya TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol 
  3. Application : Menggunakan browser, contoh IE atau Netscape Navigator

Bagian-bagian PC :

  • Resistor : Hambatan. 
  • Transistor : Memperkuat sinyal & membuka & menutup circuit. 
  • Capacitor : Menyimpan energi. 
  •  Integrated Circuit : Kumpulan transistor. 
  •  Expansion slot 
  •  Floppy Disk 
  •  Hard Disk 
  •  CD-ROM 
  •  Video & Audio port 
  •  Serial Port 
  •  Parallel port 
  •  Motherboard
Serial port digunakan untuk menghubungkan PC ke console router guna manajemen router.
Koneksi internet memerlukan modem yang dapat berupa internal maupun eksternal.
Koneksi internet local dapat menggunakan NIC, yang perlu diperhatikan adalah
  • Protokol (ethernet, token ring, FDDI) 
  •  Type of media (coaxial, wireless, twisted pair) 
  •  Type of bus (PCI, ISA)
Untuk notebook dapat menggunakan PCMCIA, adapun koneksi network dengan PING
(Pocket Internetwork Gropher) apakah sudah connect / belum.

Network Math
  • Basis 2 (Binary) : 1100 0000 
  • Basis 10 (Decimal) : 192 
  •  Basis 16 (Hexadecimal) : C2
Konversi Basis
Contoh :
1. Ubahlah 16 ke binary !
2. Ubahlah 0001 0000 ke decimal !
 
24 = 16

Konversi Basis 10 ke Basis 16
Bil. Basis 16
0 > 0     9 > 9
1 > 1     10 > A
2 > 2     11 > B
3 > 3     12 > C
4 > 4     13 > D
5 > 5     14 > E
6 > 6     15 > F
7 > 7
8 > 8

Contoh :
a) Ubahlah 49 ke hexadecimal !
jadi hexadecimal dari 49 adalah 31

b) Ubahlah heaxdecimal 31 ke decimal !
Konversi Basis 2 ke 16
a) Ubahlah 1100 0010 ke hexadecimal !
 

b) Ubahlah 0xC2 ke binary !
Operasi AND       Operasi OR         Operasi XOR
11 > 1                    11 > 1                    11 > 0
10 > 0                    10 > 1                    10 > 1
01 > 0                    01 > 1                    01 > 1
00 > 0                    00 > 0                    00 > 0
Contoh :
1100 1001               1100 1001              1100 1001
0100 1010               0100 1010              0100 1010
--------------- AND ---------------- OR -------------- XOR
0100 1000             1100 1011            1000 0011

CCNA 1 Chapter 2

Peralatan-peralatan jaringan:
1. End-user device
Peralatan seperti computer, NIC, printer pada user.
2. Network device
- repeater / hub: layer 1 OSI layer, mengirim data ke semua yang terkoneksi
selain port asal data.
- bridge / switch: layer 2 OSI layer, mengirim data bentuk frame ke tujuan
berdasarkan MAC address.
- router: layer 3 OSI layer, menghubungkan 2 network yang berbada;
mengirim data ke tujuan bedasarkan IP address.
Istilah-istilah jaringan:
A. Sneaker net : istilah untuk sekumpulan computer yang tidak terkoneksi jaringan.
B. Local Area Network (LAN) : jaringan skala kecil, biasanya dalam 1 bangunan
atau area.
C. Wide Area Network (WAN) : jaringan skala besar, contohnya: antar kota atau
antar negara.
Protokol digunakan sebagai aturan dalam berkomunikasi. Contoh protocol:
1. FTP untuk mengirim dan membuka data pada FTP server.
2. TFTP untuk recovery system pada router atau switch.
3. DHCP untuk dynamic IP address.
4. DNS untuk memetakan domain name ke IP addess.
5. Telnet untuk remote login ke komputer lain.
6. SNMP untuk manajemen jaringan.
7. SMTP untuk menangani email.
8. HTTP untuk menangan request halaman web.
Macam-macam network topology:
6
OSI Layer
OSI Layer adalah standarisasi layer pada jaringan yang paling umum, terdiri dari:
1. Application
2. Presentation
3. Session
4. Transport: Datanya dalam bentuk segment.
5. Network: Memecah segment ke dalam beberapa packet. Di packet ada ada
informasi IP address untuk dikirim lewat routing table.
6. Data Link: Data dikirim dalam bentuk frame dan ada informasi MAC address.
7. Physical: Layer paling bawah yang menggambarkan koneksi titik jaringan
misalnya cable. Data dikirim dalam bentuk bits.
TCP/IP
TCP/IP adalah network protocol yang paling sering dipakai untuk jaringan, salah satunya
adalah jaringan Internet. Layer TCP/IP terdiri dari:
1. Application: Penggabungan layer Application, Presentation dan Session pada OSI
Layer.
2. Transport: Sama dengan layer Transport pada OSI Layer.
3. Internet: Sama dengan layer Network pada OSI Layer.
4. Network Access: Penggabungan layer Data Link dan Physical pada OSI Layer.
Bandwidth
Bandwidth adalah besar jalur data.
T = S / Bw
T = waktu untuk transfer
S = size dari file
Bw = Bandwidth

Perbedaan UDP dan TCP



Perbedaan antara UDP dan TCP adalah :

a. Protokol TCP
TCP( Transmission Control Protocol ) adalah salah satu jenis protokol transfer data. TCP mempunyai karakteristik sebagai protokol yang berorientasi koneksi (Connection oriented). Sebelum terjadi proses tranfer data, maka yang pertama dilakukan adalah kedua belah pihak melakukan caal request dan call accept. Protokol TCP menggunakan jalur data full duplex yang berarti antara kedua host terdapat dua buah jalur, jalur masuk dan jalur keluar sehingga data dapat dikirimkan secara simultan.
Sebuah circuit virtual disiapkan sebelum packet-packet dikirimkan. Pada masing-masing packet terdapat virual circuit identifier yang berisi alamat tujuan packet tersebut. Data yang dikirimkan dalam sebuah protokol TCP maka akan diurutkan dengan sebuah nomor urut dan akan mengharap packet positive acknowledgment. Apabila tidak ada packet positive acknowledgment, maka packet akan dikirim ulang. Oleh karena itu, protokol TCP reliable. Akan tetapi karena harus mengecek setiap packet yang dikirmkan, maka protokol TCP relatif lambat. Pada TCP, hanya bisa melakukan koneksi one-to-one dan tidak bisa melakukan koneksi one-to-many. Karena rute-rute packet sudah ditentukan sebelumnya, maka akan lebih sulit bagi jaringan untuk beradaptasi dengan kemacetan. Apabila sebuah simpul/node mengalami kerusakan/kegagalan, maka seluruh virtual circuit yang melewati simpul tersebut akan hilang.
b.Protokol UDP
UDP ( User Datagram Protocol) adalah jenis transfer data yang lain dari TCP. UDP mempunyai karateristik connectionless (tidak berbasis koneksi). Dengan kata lain, data yang dikirimkan dalam bentuk packet tidak harus melakukan call setup seperti pada TCP. Selain itu, data dalam protokol UDP akan dikirimkan sebagai datagram tanpa adanya nomor identifier. Sehingga sangat besar sekali kemungkinan data sampai tidak berurutan dan sangat mungkin hilang/rusak dalam perjalananan dari host asal ke host tujuan. Tergantung pada host penerima/tujuan, apakah akan meminta kembali pakcet yang rusak atau hilang.
Kelebihan UDP adalah pada saat digunakan pada lightweight protokol, misalnya saja DNS(Domain Name Service). Selain itu protokol UDP lebih fleksibel karena misalnya saja terjadi kemacetan pada salah satu bagian jaringan, maka datagram dapat dialihkan menghindari bagian yang mengalami kemacetan tersebut. Kemudian apabila sebuah simpul(node) mengalami kerusakan/kegagalan, maka pacekt packet berikutnya dapat menemukan jalan/rute pengganti yang melewati simpul tersebut.
1. UDP adalah “datagram-oriented”, sedangkan TCP adalah “session-oriented”. Datagram adalah paket informasi self-contained. UDP berhubungan dengan datagram atau paket individu yang dikirim dari client ke server dan atau sebaliknya.
2. UDP adalah connection-less. Client tidak membangun koneksi ke server sebelum mengirim data, client hanya mengirim data secara langsung.
3. UDP adalah protokol yang tidak andal, dalam artian :
* Paket dapat hilang. UDP tidak dapat mendeteksinya, sehingga pada program aplikasi client – server, metode transmisi ulang dikarenakan data rusak atau hilang harus dilakukan pada level aplikasi. Biasanya aplikasi menunggu hingga timeout habis, dan kemudian mencoba lagi.
* Paket dapat mengalami kerusakan. Paket UDP berisi checksum semua data dalam paket. Checksum ini memungkinkan UDP mendeteksi kapan suatu paket mengalami kerusakan. Jika hal ini terjadi, maka paket tersebut dikeluarkan, dan sebagaimana biasa aplikasilah yang mendeteksi hal ini dan melakukan transmisi ulang seperlunya.
* Karena UDP adalah datagram-oriented dan pada level protokol setiap paket berdiri sendiri, maka UDP tidak memiliki konsep paket sesuai urutan, yang selanjutnya berarti tidak memerlukan nomor urut pada paket tersebut.
* Karena UDP tidak memerlukan mekanisme kontrol yang rumit, maka UDP dapat dianggap lebih mudah dan lebih kecil ( dalam hal baris data dan memori ) untuk diimplementasikan. Namun hal tersebut juga membuat UDP tidak cocok untuk sejumlah besar data.
Port in UDP
Tidak ada perbedaan fungsi yang signifikan antara port di UDP dan TCP. Seperti halnya TCP, port dalam UDP menggunakan 16-bit integer, port – port yang bisa digunakan adalah antara 1 sampai 65535. Port – port yang digunakan dibagi menjadi 3 bagian yaitu well-known port ( antara 1 – 1023), registered port ( 1024 – 49151 ) dan ephemeral port ( 49152 – 65535 ).
Port in TCP
Aplikasi client menggunakan nomor port untuk memberitahu mesin tujuan dan service TCP mana yang diinginkannya. Server untuk aplikasi tertentu menggunakan well-known port untuk mengetahui koneksi dari client yang meminta servicenya.
Port – port yang digunakan dalam transport layer menggunakan 16-bit integer (0 – 65535), dengan satu sama lain harus berbeda (unique).
Pada saat client ingin membangun koneksi dengan Server, client harus mengetahui port dari server yang dituju dan protokol apa yang digunakan (UDP or TCP or SCTP).
Client di sisi sebaliknya, umumnya menggunakan ephemeral port atau biasa disebut short-lived ports. Nomor pada port ephemeral yang digunakan oleh client diberikan oleh Transport Protocol. Client tidak perlu tahu nomor port ephemeral yang digunakan, yang jelas semua port ephemeral yang digunakan pasti bersifat unique.
The Internet Assigned Numbers Authority (IANA) telah mengelompokkan nomor – nomor port yang dibagi menjadi tiga bagian :
1. well-known ports: 0 – 1023. Pada range ini merupakan nomor – nomor port yang telah digunakan oleh IANA. Contoh nya adalah Web server yang menggunakan port 80, FTP menggunakan 21 dll.
2. Registered ports: 1024 – 49252. Nomor – nomor port pada range ini tidak digunakan oleh IANA, IANA mengelompokkan port – port ini untuk dapat digunakan sebagai server untuk TCP atau UDP. Contohnya antara port 6000 sampai 6063 digunakan untuk X Windows server. Aplikasi yang kita gunakan juga bisa menggunakan port ini.
3. Private ports: 49152 – 65535. Nomor – nomor port pada range ini adalah ephemeral port. Namun tentu saja tidak menutup kemungkinan nilai ephemeral port mempunya nilai diluar range ini, hal tersebut bergantung juga dari Sistem Operasi yang digunakan.
Jadi dapat disimpulkan bahwa koneksi TCP memiliki 1 buah local ip address, local port number, foreign ip address dan foreign port number.
Contoh aplikasi – aplikasi yang menggunakan well-known port dan TCP sebagai transport layernya adalah : SMTP, POP, e-mail IMAP, HTTP, telnet dll.

BTricks